Paseban, 20 Agustus 2013 – Desa Paseban sebagai salah satu desa
wisata di Jawa Tengah memiliki banyak obyek wisata yang tentunya menarik banyak
wisatawan untuk mengunjunginya. Mulai dari Makam Ki Ageng Pandanaran, Goa Maria
Marganingsih, Makam Pangeran Wuragil dan obyek wisata lainnya. Kondisi ini
tentu tak selamannya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Sampah,
menjadi hal yang tak bisa dihindarkan dari titik-titik obyek wisata tersebut. Sehingga perlu adanya solusi untuk
meminimalisir dampak adanya sampah yang ada tersebut. Komunitas Karya Bunda
dibawah PKK Desa Paseban hadir untuk ikut memberikan solusi yakni dengan
kegiatan pengolahan sampah-sampah tersebut menjadi barang-barang yang memiliki
nilai ekonomi. Tentunya dalam keberlanjutannya tak bisa dipungkiri Komunitas
Karya Bunda perlu dukungan dari berbagai pihak, terutama masyarakat sekitar.Sehingga
perlu adanya penyadaran peduli sampah kepada masyarakat setempat.
Bertempat di Pendopo Tembayat, acara
Trashion Show yang bertajuk “ From Trash To Fashion” digelar untuk
mengkampanyekan peduli sampah kepada masyarakat luas. Menurut Koordinator acara
Satrio Sani Sadewo, acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Karya Bunda
bekerja sama dengan Mahasiswa KKN PPM UGM 2013 Unit JTG-12, PKK Desa Paseban,
dan Titian Foundation.
Acara dibuka dengan menyanyikan
Lagu Indonesia Raya diiringi oleh sentuhan apik akustik dari seorang seniman
setempat. Dilanjutkan sambutan dari Tim Penggerak PKK, Ibu Priskayoga. Beliau
mengenalkan kegiatan Komunitas Karya Bunda yang fokus dalam pengolahan sampah
menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis, termasuk menjadi pakaian dan
pernak-perniknya. Setelah itu dilanjutkan sambutan dari Bu Hartini, anggota DPRD
Kabupaten Klaten dan Project Manager Titian Foundation yang diwakili oleh Ibu
Yunita. Dalam kesempatan itu juga Phisca Aditya Rosyady selaku Koordinator
Mahasiswa Unit JTG 12 memberikan sambutan positif terhadap acara Trashion Show
ini karena bisa memantik masyarakat setempat untuk lebih peduli terhadap sampah
setelah mereka melihat berbagai mahakarya olahan sampah yang dipamerkan dalam
Trashion Show kali ini.
Trashion Show Desa Paseban kali ini
menampilkan model-model yang berpose di
catwalk. Berbagai gaun indah dan souvenir olahan sampah dipamerkan oleh model
dari siswa-siswi SMK Rota dan muda-mudi setempat. Tampak antusias para tamu
undangan ketika para model bergaya dan berjalan di atas catwalk dengan iringan
musik. Berbagai pakaian mulai dari pakaian dari olahan sampah plastik sampai
kertas menambah decak kagum para tamu undangan. Ditambah dengan souvenir seperti
tas, dompet dan olahan lain yang seolah bukan berasal dari sampah.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan
dari ketiga Sanggar Ceria dari ketiga dusun yang merupakan binaan dari
mahasiswa KKN PPM UGM 2013 ini. Dalam kesempatan itu juga diumumkan Juara Lomba
Penyajian Menu Kreatif Inovatif yang merupakan program KKN dari mahasiswa
kluster Agro. Menurut panitia lomba, Fandinata Amrizal dari ke-12 tim dari
masing-masing RW sebenarnya telah menyajikan menu yang sangat menarik dan tentunya
kreatif sehingga patut diberikan apresiasi. Rangkaian acara Trashion Show
ditutup oleh penampilan Flashmob dari Mahasiswa KKN PPM UGM 2013 yang juga
mengkampanyekan peduli sampah dalam gerakan dan syairnya. [Phis]
0 komentar:
Posting Komentar