Paseban, 30 Juli 2013 – Untuk menjadi Desa Wisata bukanlah perkara
yang mudah. Harus memiliki parameter berbagai hal, salah satunya adalah geliatnya
potensi wisata kuliner di daerah tersebut yang hal ini akan memberikan supply pada perekonomian masyarakat.
Desa Paseban sebagai salah satu desa yang mengarah ke desa wisata perlu
memberikan perhatian ke arah sana. Hal ini karena tidak bisa dipungkiri tindak lanjut dari potensi
wisata kuliner di desa ini relatif sedikit. Padahal kalau bicara obyek wisata
Desa Paseban memiliki potensi yang besar. Hal ini harus diimbangi dengan
barang-barang khusus sebagai pilihan untuk oleh-oleh para pengunjung obyek
wisata tersebut, termasuk makanan.
Berangkat dari kondisi ini, KKN
PPM UGM melalui inisiasi dari tim kluster Agro dan dibantu oleh teman-teman dari kluster lain, diadakanlah acara Sosialisasi
Potensi Wisata Kuliner dan Demo Masak. Bertempat di gedung Balai Desa Paseban
acara yang dimulai pukul 13.00 ini dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Desa dan
anggota PKK dari perwakilan RW se-Desa Paseban. Diawali oleh Sambutan dari
Koordinator Mahasiswa Unit, Phisca Aditya Rosyady. Dalam sambutannya ia
memantik sebuah permasalahan akan pentingnya wisata kuliner sebagai unsur dalam
sebuah Desa Wisata.
Acara terbagi menjadi 2 sesi,
sesi sosialisasi dan demo masak. Sosialisasi Potensi Wisata Kuliner kali ini
disampaikan oleh Fandinata Amrizal. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan
urgensi wisata kuliner dalam sebuah Desa Wisata. Entah ditinjau dari segi
perekonomian ataupun untuk menunjang opsi oleh-oleh yang bias dibeli oleh
pengunjung obyek wisata. Ia juga memaparkan bagaimana kuliner khas dari suatu
daerah itu bias dibranding dari sekarang, tidak selalu turun temurun sejak
zaman nenek moyang kita. Dalam proses ini hanya membutuhkan kerativitas dalam
pengolahannya sehingga bias memunculkan jenis kuliner yang berbeda dengan kuliner
ditempat lain. Ia mencontohkan daerah Batam yang juga pernah memunculkan
kuliner khas daerah yang sampai sekarang banyak diminati dan telah menjadi
bagian dari Batam.
Sesi selanjutnya adalah Demo
Masak, dalam kesempatan ini Isna Anjumi didampingi beberapa teman lainnya mendemokan
proses pembuatan kripik kulit pisang dan nata de aloe vera. Mereka mencontohkan
bahwa dengan sedikit sentuhan dan kreativitas, bahan dasar yang sederhana bias menjadi
makanan yang lebih menarik dan menjual. Pada kesempatan itu juga disampaikan
pengumuman awal bahwa KKN PPM UGM akan menggelar lomba kreativitas masak di
kesempatan lain. Harapannya ini bias sebagai ajang mengimplementasikan apa yang
telah disampaikan pada sosialisasi kali ini. [Phis]
0 komentar:
Posting Komentar