Minggu, 04 Agustus 2013

Gali Potensi Kuliner Desa Paseban Bayat, KKN PPM UGM Gelar Sosialisasi dan Demo Masak

Paseban, 30 Juli 2013 – Untuk menjadi Desa Wisata bukanlah perkara yang mudah. Harus memiliki parameter berbagai hal, salah satunya adalah geliatnya potensi wisata kuliner di daerah tersebut yang hal ini akan memberikan supply pada perekonomian masyarakat. Desa Paseban sebagai salah satu desa yang mengarah ke desa wisata perlu memberikan perhatian ke arah sana. Hal ini karena tidak bisa dipungkiri tindak lanjut dari potensi wisata kuliner di desa ini relatif sedikit. Padahal kalau bicara obyek wisata Desa Paseban memiliki potensi yang besar. Hal ini harus diimbangi dengan barang-barang khusus sebagai pilihan untuk oleh-oleh para pengunjung obyek wisata tersebut, termasuk makanan.

Berangkat dari kondisi ini, KKN PPM UGM melalui inisiasi dari tim kluster Agro dan dibantu oleh teman-teman dari kluster lain, diadakanlah acara Sosialisasi Potensi Wisata Kuliner dan Demo Masak. Bertempat di gedung Balai Desa Paseban acara yang dimulai pukul 13.00 ini dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Desa dan anggota PKK dari perwakilan RW se-Desa Paseban. Diawali oleh Sambutan dari Koordinator Mahasiswa Unit, Phisca Aditya Rosyady. Dalam sambutannya ia memantik sebuah permasalahan akan pentingnya wisata kuliner sebagai unsur dalam sebuah Desa Wisata.


Acara terbagi menjadi 2 sesi, sesi sosialisasi dan demo masak. Sosialisasi Potensi Wisata Kuliner kali ini disampaikan oleh Fandinata Amrizal. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan urgensi wisata kuliner dalam sebuah Desa Wisata. Entah ditinjau dari segi perekonomian ataupun untuk menunjang opsi oleh-oleh yang bias dibeli oleh pengunjung obyek wisata. Ia juga memaparkan bagaimana kuliner khas dari suatu daerah itu bias dibranding dari sekarang, tidak selalu turun temurun sejak zaman nenek moyang kita. Dalam proses ini hanya membutuhkan kerativitas dalam pengolahannya sehingga bias memunculkan jenis kuliner yang berbeda dengan kuliner ditempat lain. Ia mencontohkan daerah Batam yang juga pernah memunculkan kuliner khas daerah yang sampai sekarang banyak diminati dan telah menjadi bagian dari Batam.





Sesi selanjutnya adalah Demo Masak, dalam kesempatan ini Isna Anjumi didampingi beberapa teman lainnya mendemokan proses pembuatan kripik kulit pisang dan nata de aloe vera. Mereka mencontohkan bahwa dengan sedikit sentuhan dan kreativitas, bahan dasar yang sederhana bias menjadi makanan yang lebih menarik dan menjual. Pada kesempatan itu juga disampaikan pengumuman awal bahwa KKN PPM UGM akan menggelar lomba kreativitas masak di kesempatan lain. Harapannya ini bias sebagai ajang mengimplementasikan apa yang telah disampaikan pada sosialisasi kali ini. [Phis]


0 komentar:

Posting Komentar